Senin, 09 Juni 2014

BENTUK-BENTUK UTAMA DALAM TERAPI



BENTUK-BENTUK UTAMA DALAM TERAPI
1.      Terapi Supportive
a.       Pengertian
Adalah suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baikterhadapsuatumasalah yang dihadapidanuntukmendapatkansuatukenyamananhidupterhadapgangguanpsikisnya. Suatubentukterapialternatif yang mempunyaitujuanuntukmenolongpasienberadaptasidenganbaikterhadapsuatumasalah yang dihadapidanuntukmendapatkansuatukenyamananhidupterhadapgangguanpsikisnya.

b.      Psikoterapisuportif (atausupresifatau non spesifik). Tujuanpsikoterapijenisiniialah:
·         Menguatkandayatahan mental yang dimilikinya
·         Mengembangkanmekanismedayatahan mental yangbarudan yang lebihbaik untukmempertahankanfungsipengontrolandiri. ( Maramis, 2005)
·         Meningkatkankemampuanadaptasilingkungan (Anonym , 2001)
·         Mengevaluasisituasikehidupanpasiensaatini, besertakekuatansertakelemahannya, untukselanjutnyamembantupasien  melakukanperubahanrealistikapasaja yang memungkinkanuntukdapatberfungsilebihbaik (Tomb, 2004).

c.       Cara-carapsikoterapisuportifantara lain sebagaiberikut:
           ª   Ventilasiataukataris
           ª   Persuasiataubujukan (persuasion)
           ª   Sugesti
           ª   Penjaminankembali ( reassurance)
           ª   Bimbingandanpenyuluhan
           ª   Terapikerja
           ª   Hipno-terapidannarkoterapi
           ª   Psikoterapikelompok
           ª   Terapiperilaku




d.      Tujuandariterapi supportive:
o   Menaikkanfungsipsikologidansosial
o   Menyokonghargadirinyadankeyakinandirinyasebanyakmungkin
o   Menyadarirealitas, keterbatasannya, agar dapatditerima
o   Mencegahterjadinyarelaps
o   Bertujuan agar penyesuaianbaik
o   Mencegahketergantunganpadadokter
o   Memindahkandukunganprofesionalkepadakeluarga

e.       Macam-macamteknikterapi supportive:
1.      Guidance/Bimbingan, yakniprosedurpemberianpertolongansecaraaktifdengancaramemberikanfaktadaninterpretasidalambidangpendidikan, pekerjaan, hubungansosialdanbidang-bidangkesehatan.
2.      Manipulasilingkungan, yakniusahauntukmenyelesaikanmasalah-masalahemosionalkliendengancaramenghilangkanataumengubahunsur-unsurlingkungan yang tidakmenguntungkan.
3.      Eksternalisasiperhatian, yakniusahauntuk mengalihkanperhatianklien yang mengalamikecemasanataudepresidenganjalanmemberikandorongan agar kliendapatmemulailagiaktivitas yang pernahdisenanginyaataupunmengembangkankesenanganbaruuntukmengisiwaktusenggangnya. Jenis-jeniseksternalisasiperhatianantara lain terapikerja, terapimusik,terapigerakdantari, terapisyair, terapisosial.
4.      Sugesti-prestis, yakniusahaterapisuntukmensugestiklien, yaknimemberikanpengaruhpsikistanpadayakritik.
5.      Meyakinkankembali (reassurance), terapiinibiasanyamenyertaipadasetiapterapi. Klien yang merasadieengkamketakutan yang irasionalperluditenangkandandihibur. Terapisperlumendiskusikanketakutan-ketakutantersebutsecaraterbukadengankliennyauntukmenjelaskanbahwaketakutanitutidakrasionalatautidakberdasar.
6.      Dorongandanpaksaan, yaknidenganmemberikanren-’ara’ dan punishment untukmenstimulasiperilakukliensesuai yang diharapkan. Diantaranyadengancarakliendiberitugasuntukmelawanimpuls-impuls yang menimbulkanneurotik, berusahamenghilangkanataumengurangiintensitasnyasampai di bawahtitikkritis.
7.      Persuasi, yaknimendasaridiripadaanggapanbahwadalamdiriklienmempunyaisesuatu kekuatanuntuk proses emosinya yang patologisdengankekuatandankemampuan ataupundenganmenggunakan common sensenyasendiri, sebabpadaumumnya orang yang menderitagangguanjiwadalamkeadaanintelektertutupemosi.
8.      Pengakuandanpenyaluran, yaknidengancaramengeluarkanisihatikepada orang lain. Pendekataniniuntukmengurangitekanan yang adapadaklien, sebabdenganadanyapengakuandanpenyaluranmakasegala rasa tertekan yang mengganjaldapatdilepaskan (katarsis).
9.      Terapikelompokpemberiinspirasi, yakniterapikelompok yang terdiridariklien yang memiliki problemsejenis

2.      Terapi Reeducative
a.       Pengertian
Untukmencapaipengertiantentangkonflik-konflik yang letaknyalebihbanyak di alamsadar, denganusahaberencanauntukmenyesuaikandiri.Membangkitkanpengertianpadapenderitatentangkonflik-konflikjiwa yang dikandungnya,yangterutamaterletakdalamalamsadarnya.terapiinilebihbanyakmenempatkankonflikkonflikalamsadar, denganusahaberencanauntukmenyesuaikandirikembali, memodifikasitujuandanmembangkitkansertamempergunakanpotensi-potensikreatif yang ada.


b.         Contohterapi reedukatif:
Ø  TerapiManusia           : Terapiuntukkepentinganindividu
Ø  Terapikelompok         : Terapiuntukkepentingankelompok
Ø  TerapiKeluarga          : Berkaitantentangrelasiterdekat

3.      Terapi Reconstructive
a.       Pengertian
Untukmencapaipengertiantentangkonflik-konflik yang letaknayadialamtaksadar, denganusahauntukmendapatkanperubahan yang luasdaripadastrukturkepribadiandanpengluasanpertumbuhankepribadiandenganpengembanganpotensipenyesuaiandiri yang baru.
b.      Cara-carapsikoterapirekonstruktifantara lain :
Psikoanalisa Freud danPsikoanalisa non Freud psikoterapi yang berorientasikepadapsikoanalisadengancara :asosiasibebas, analisismimpi, hipoanalisa/sintesa, narkoterapi, terapi main, terapikelompokanalitik. 1. Beberapajenispsikoterapisuportifsemuadokterkiranyaharusdapatmelakukanpsikoterapisuportifjeniskatarsis, persuasi, sugesti, penjaminankembali, bimbingandanpenyuluhan (konseling) kembalimemodifikasitujuandanmembangktikansertamemprgunakanpotensikreatif yang ada. Cara-carapsikoterapireduktifantaralain :
-     Terapihubunganantarmanusi (relationship therapy)
-     Terapisikap (attitude therapy)
-     Terapiwawancara( interview therapy)
-     Analisandansinthesa yang distributif (terapipsikobiologik Adolf meyer)
-     Konselingterapetik
-     Terai case work
-     Reconditioning

-     Terapikelompok yang reduktif
-     Terapi somatic
4.        Terapi Reconstructive
a.         Pengertian
TerapiRekonstruktifyaknimenyelamialamtaksadarmelaluitekniksepertiasosiasibebas, interpretasimimpi, analisadaripadatransfersi ataulebihmudahnya Dicapainyatilikan (insight) akankonflik-konfliknirsadar, denganusahauntukmencapaiperubahanluasstrukturkepribadianseseorang.
b.       Tujuanterapi reconstructive:
Perombakanradikaldaripadacorakkepribadianhinggatakhanyatercapaisuatupenyesuaiandiri yang lebihefisien,akantetapijugasuatumaturasidaripadaperkembanganemosionaldengandilahirkannyapotensiadaptifbaru
c.        Cara ataupendekatan:
Psikoanalisisklasikdan Neo-Freudian (Adler, Jung, Sullivan, Horney, Reich, Fromm, Kohut, dll.), psikoterapiberorientasipsikoanalitikataudinamik.






Sumber :

http://www.slideshare.net/iebeiyan/45620167-psikoterapisuportif

http://www.scribd.com/doc/27950595/psikoterapi-suportif

http://yesimariati.blogspot.com/2013/04/bentuk-bentuk-utama-dalam-terapi.html

http://www.slideshare.net/iebeiyan/45620167-psikoterapisuportif

http://www.scribd.com/doc/55373848/27/Psikoterapi-Reedukatif

http://www.scribd.com/doc/55373848/28/Psikoterapi-Rekonstruktif

http://nawalnidar.wordpress.com/2013/06/10/bentuk-bentuk-utama-dalam-terapi/



Minggu, 04 Mei 2014

Perbedaan antara Konseling dengan Psikoterapi



PERBEDAAN ANTARA KONSELING DENGAN PSIKOTERAPI
Konseling merupakan proses wawancara tatap muka antara dua orang (konselor dan klien) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada klien, sehingga klien dapat memecahkan masalahnya dan lebih berkembang dalam kehidupan sekarang dan masa depannya. Menurut British Association of counseling (dalam Mappiare, 2004), konseling merupakan suatu proses bekerja dengan orang banyak, dalam suatu hubungan yang bersifat pengembangan diri, dukungan terhadap krisis, psikoterapis, bimbingan atau pemecahan masalah.
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor/pembimbing) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Frank Parsons pada tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang kemudian mengembangkan pendekatan terapi yang berpusat pada klien (client centered).
Konseling menurut Richard Nelson-Jones merupakan proses psikologi yang tidak ada bedanya dengan aktifitas psikoterapi. Dalam hal ini Richard mencoba menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang menjelaskan perbedaan antara aktivitas konseling dengan proses psikoterapi
Menurut Galdding, konseling berlangsung dalam jangka waktu yang relative singkat,bersifat antar pribadi, sesuai dengan teori-teori yang ada, dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya serta sesuai dengan etika dan aturan-aturan yang ada yang berpusat pada pemberian bantuan kepada orang-orang yang pada dasarnya mengalami gangguan psikologis agar orang-orang yang menyimpang dan mengalami masalah situsional dapat kembali normal.
Sedangkan psikoterapi merupakan interaksi sistematis klien-terapis memanfaatkan prinsip psikologis, untuk melakukan pengubahan pikiran, perasaan dan perilaku klien, dengan tujuan membantu klien mengatasi perilaku abnormal, memecahkan masalah dan atau berkembang sebagai individu.
Menurut Carl Jung, psikoterapi telah melampaui asal-usul medisnya dan tidak lagi merupakansuatu metode perawatan orang sakit. Psikoterapi kini juga digunakan untuk orang sehat atau pada mereka yang mempunyai hak atas kesehatan psikis yang penderitaannya menyiksa kita semua.Menurut pendapat Jung ini, bangunan psikoterapi selain digunakan untuk fungsi kuratif (penyembuhan), juga berfungsi preventif (pencegahan), dan konstruktif (pemeliharan dan pengembangan jiwa yang sehat).
Wolberg (1967 dalam Phares dan Trull 2001), mengungkapkan bahwa psikoterapi merupakan suatu bentuk perlakuan atau tritmen terhadap masalah yang sifatnya emosional. Dengan tujuan menghilangkan simptom untuk mengantarai pola perilaku yang terganggu serta meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang positif.
Sedangkan menurut Corsini, psikoterapi adalah Proses interaksi formal 2 pihak (2 orang/lebih), bertujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distres) pada salah 1 pihak karena tidak berfungsinya / ketidakmampuan pada fungsi kognitif, afeksi atau perilaku, dengan terapis berusaha mengembangkan memelihara atau mengubahnya dengan menggunakan metode2 sesuai pengetahuan & skill, serta bersifat profesional & legal.
Dari definisi psikoterapi di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa psikoterapi adalah suatu perawatan atau pengobatan terhadap masalah yang sifatnya emosional dengan tujuan menghilangkan simptom yang dilakukan secara formal dengan interaksi dua atau lebih pihak agar dapat mengubah perilaku yang negatif menjadi positif.
Menurut Mappiare (dalam Hartosujono, 2004) ada sejumlah perbedaan psikoterapi dan konseling dikemukakan sebagai berikut:
1. Konseling merupakan bagian dari psikoterapi. Psikoterapi merupakan bagian yang lebih luas dari pada konseling.
2. Konseling lebih mengarah pada penyebab atau awal masalah. Selanjutnya konseling lebih mengarah pada pengembangan-pendidikan-pencegahan. Berbeda dengan psikoterapi yang mengarah penyembuhan-penyesuaian-penyembuhan.
3. Dasar konseling adalah filsafat manusia. Dasar dari psikoterapi adalah perbedaan individual dengan dasar-dasar psikologi kepribadian dan psikopatologi. Pada perkembangan selanjutnya konseling juga memanfaatkan perkembangan teori-teori kepribadian dalam konteks ilmu perilaku.
4. Dijelaskan oleh Narayana Rao (dalam Hartosujono, 2004) bahwa tujuan antara konseling dan psikoterapi sama, namun keduanya berbeda dalam proses pencapaiannya. Psikoterapi mencapainya dengan cara ‘pembedahan’ psikis dan pembedahan otak. Proses konseling lebih mengarah pada identifikasi dan kekuatan-kekuatan positif yang dimiliki klien, agar klien lebih maksimal dalam kehidupannya.
Konseling dan Psikoterapi merupakan suatu usaha profesional untuk membantu/memberikan layanan pada individu-individu mengenai permasalahan yang bersifat psikologis. Dengan kata lain Konseling dan Psikoterapi bertujuan memberikan bantuan kepada klien untuk suatu perubahan tingkah (behauvioral change), kesehatan mental positif (positive mental health), pemecahan masalah (problen solution), keefektifan pribadi (personal effectiveness), dan pembuatan keputusan (decision making). Dengan demikian seorang konselor perlu didukung oleh pribadi dan keterampilan yang dapat menunjang keefektifan konseling.
Pada dasarnya antara konseling dan psikoterapi dalam hal tujuan sama-sama ingin membantu agar klien dapat menemukan permasalahan untuk kemudian dapat dipecahkan bersama-sama, namun semua itu hanya dapat terlaksana dengan baik manakala klien dapat membuka diri dan mau diajak kerjasama.
Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Pattersone (1973) Dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983)
KONSELING UNTUK
PSIKOTERAPI UNTUK
1.    Klien
1.    Pasien
2.    Gangguan yang kurang serius
2.    Gangguan yang serius
3.    Masalah: Jabatan, Pendidikan, dsb
3.    Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4.    Berhubungan dengan pencegahan
4.    Berhubungan dengan penyembuhan
5.    Lingkungan pendidikan dan non medis
5.    Lingkungan medis
6.    Berhubungan dengan kesadaran
6.    Berhubungan dengan ketidaksadaran
7.    Metode pendidikan
7.    Metode penyembuhan