Minggu, 06 April 2014

Pengertian Psikoterapi


A.  PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Psikoterapi adalah pengobatan secara psikologis untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu “Psyche” yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan “Therapy” yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran 
Psikoterapi adalah proses yang digunakan profesional dibidang kesehatan mental untuk membantu mengenali, mendefinisikan, dan mengatasi kesulitan interpersonal dan psikologis yang dihadapi individu dan meningkatkan penyesuaian diri mereka (Proschaska & Norcross, 2007)
Psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan gangguan jiwa dengan cara psikologis. Istilah tersebut mencakup berbagai teknik yang kesemuanya dimaksudkan membantu individu yang emosinya terganggu untuk mengubah perilaku dan perasaannya, sehingga mereka dapat mengembangkan cara yang bermanfaat dalam menghadapi orang lain.
Beberapa pakar psikoterapi beranggapan bahwa perubahan perilaku tergantung pada pemahaman individu atas motif dan konflik yang tidak disadari; pakar lain merasa bahwa individu dapat belajar mengatasi masalahnya tanpa harus menjajaki faktor yang menjadi penyebab masalah mereka. Walaupun terdapat berbagai perbedaan teknik, kebanyakan metode psikoterapi memiliki ciri dasar yang serupa. Teknik tersebut meliputi komunikasi antara dua individu – klien (penderita) dan pakar terapi. Klien didorong untuk mengungkapkan rasa takut, emosi, dan pengalamannya secara bebas tanpa merasa takut dinilai atau dicemoohkan oleh pakar terapi. Sebaliknya pakar terapi tersebut menunjukkan simpati dan perhatian, serta mencoba membantu klien mengembangkan cara yang lebih efektif untuk menangani masalah.
Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
  1. Dari segi proses :  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
  2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
  3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.
Interaksi Sistematis
Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.


Prinsip-prinsip Psikologis
Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraupetik.
Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan
Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini.
Tingkah Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi
Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau skizofrenia. Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan skizofrenia, terapi biologis umumnya memegang peranan utama dalam perawatan. Meskipun demikian, selain perawatan biologis, psikoterapi membantu pasien belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik. Kelompok kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung mengenai pilihan-pilihan karir. Kelompok ketiga  adalah orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana untuk memperoleh petumbuhan pribadi. Bagi mereka, psikoterapi adalah sarana untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu mereka untuk mencapai potensi yang penuh sebagai manusia.
Psikoterapi juga memiliki ciri-ciri yang lain. Psikoterapi membutuhkan interaksi-interaksi verbal. Bagaimanapun juga, psikoterapi adalah “terapi-terapi bicara”— bentuk-bentuk interaksi antara klien yang melibatkan pembicaraan. Dalam interaksi-interaksi itu, terapis yang terampil adalah seorang pendengar yang penuh perhatian. Mendengar dengan penuh perhatian adalah suatu kegiatan yang aktif bukan pasif. Terapis mendengar dengan teliti apa yang dialami dan diusahakan oleh pasien untuk disampaikan oleh psikoterapis. Psikoterapi-psikoterapi juga melibatkan kemonukasi-komunikasi nonverbal. Seorang terapis yang terampil, seperti orang pewawancara yang terampil, seharusnya peka terhadap isyarat-isyarat nonverbal dari pasien dan peka terhadap gerak isyarat yang mungkin menunjukkan perasaan-perasaan atau konflik-konflik yang mendasar. Terapis juga harus menyampaikan empati melalui kata-kata dan juga gerak isyarat nonverbal, seperti mengadakan kontak mata dan bersandar kedepan (kursi) untuk menunjukkan perhatian terhadap apa yang dikatakan klien.


Sumber                                :
  1. http://11036nurfazrina.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-standar-etika_4239.html
  2. Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
  3. Semiun. Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta. Kanisius
  4. http://www.psychologymania.com/2011/10/pengertian-psikoterapi.html

PENGERTIAN PSIKOMETRI

PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Psychometry adalah cabang ilmu psikologi yang berkaitan dengan pengukuran atribut-atribut psikologis, ex. IQ, EQ, SQ, perilaku delinkuen, kepribadian ekstrovert dan introvert, motivasi belajar, prestasi belajar, kepercayaan diri dan lain-lain
Menurut ilmu Psikometri setiap benda baik hidup maupun mati mempunyai energi yang bersumber objek/benda itu sendiri, dalam dunia psikis hal ini bisa disebut juga Aura atau Prana, Prinsipnya adalah setiap molekul benda mati dan hidup bergetar, begitu juga elektron-elektron dari atom-atomnya berputar dan memancarkan energi. Pengaruh gaya tarik-menarik antar molekul dan atom menyebabkan energi yang memancar dari orang atau benda di sekitar objek dapat diserap oleh objek dan disimpan sebagai rekaman kejadian. Rekaman kejadian itu bisa mengendap sampai puluhan tahun lamanya bahkan jika ia memiliki energy yang kuat maka ia bisa mengendap selama ratusan tahun atau lebih. Bagi siapa saja yang memiliki indra sensitif dapat membaca energi itu. Jika suatu waktu anda sedang memegang atau berada di dekat sebuah benda lalu anda tiba-tiba merasakan perasaan tertentu  dalam bahasa sehari-hari seperti ada perasaan lain, suatu sensasi tiba-tiba seperti perasaan sedih atau perasaan nyaman, ada kemungkinan anda memiliki kemampuan psikometri.
Sebaiknya kemampuan tersebut dikembangkan, karena akan sangat berguna dalam hidup anda, seperti misalkan anda seorang polisi penyelidik kejahatan, broker barang antik, atau kolektor benda seni.Biasanya informasi yang diperoleh berkaitan dengan saat-saat dalam kehidupan orang yang memiliki benda tersebut, dan mungkin mencakup data tentang karakter pemilik atau keadaan emosi nya, pendapat situasi tertentu atau orang, atau lokasi .Produk yang jarang tersentuh oleh pemilik sebelumnya, atau yang pernah dilakukan pada orang juga dapat dibaca, dan mungkin termasuk objek yang tidak biasa seperti pemanggang roti, telepon, atau sekop kebun. Dalam hal benda yang sangat besar, seperti mobil, dinding, pintu, atau meja, psychometrist akan perjalanan ke lokasi untuk menyentuh item dan mungkin menerima tayangan psikis lebih dari satu orang yang menyentuh atau digunakan objek selama bertahun-tahun.
Konsep dari psikometri adalah tema populer pada kancah aksi dan Seance; dengan beberapa peserta atau sampel yang ditanyai untuk mendapatkan sebuah objek personal yang dapat "dibaca" dengan media atau fisik. ini digunakan sebagai titik tolak bagi Johnny Smith dalam Stephen King's 1979 di novelnya yang berjudul The Dead Zone.
Psikometri merupakan bagian dari psikologi yang mengkhususkan diri dalam menangani masalah pengukuran aspek-aspek psikologis. Psikometri berupaya membuat alat ukur yang bisa dipercaya berlandaskan prinsip-prinsip psikometri (validitas, reliabilitas, tidak bias, dan standarisasi). Karena cakupan pengukuran psikometri sangat luas meliputi semua aspek  psikologis. Di luar negeri terutama USA dan UK, sejak tahun 1980an perusahaan bisnis besar memiliki tes psikometri mereka sendiri. Mereka mengembangkan tes tersebut dengan bantuan ahli-ahli psikometri sesuai dengan kebutuhan perusahaan mereka. Karena itu dengan memiliki alat ukur sendiri yang sesuai kebutuhan perusahaan, dipastikan orang yang masuk ke perusahaan tersebut telah benar-benar diseleksi berdasarkan kebutuhan dan keinginan perusahaan.
Tipe Tes Psikometri
Tes Psikometri dibagi menjadi tiga tipe:
1. Achievement test: tes ini mengukur tingkat kemampuan kita dalam berhitung, melakukan penalaran, logika verbal, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan kognitif. Dalam rekrutmen tes ini berbentuk multiple choice, dengan pilihan hanya ada satu jawaban benar.
2. Aptitude test: ini merupakan tes yang mengukur potensi seseorang, termasuk dalam hal inia dalah kemampuan mengatasi masalah, pengambilan keputusan, berpikir cepat, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan potensi.
3. Personality questionnaire/personality inventory: ini adalah tes yang mengukur kepribadianseseorang. Dalam tes ini dilihat kesesuaian kepribadian kandidat yang bersangkutan dengan persyaratan yang diinginkan perusahaan. Kuesioner kepribadian tidak ada jawaban benar salah. Jawaban yang baik, adalah jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda.

Sumber : www.suhadianto.blogspot.com/2010/09/kuliah-psikometri-1.html?m=1
www.dunialekom.blogspot.com/2007/09/psikometri.html?m=1
www.twstpsikologi.wordpress.com/2008/04/03/tipe-tes-psikometri/