|
S
|
edih rasanya ditinggal orang yang kita sayang,
kenapa dia tega ninggalin aku disaat aku butuh kasih sayang dia. Ini semua
tidak adil bagiku, aku tidak mau kehilangan dia sekarang, aku masih membutuhkan
dia, aku masih mencintai dia.
Ini berawal dari perkenalan kita pertama kali, aku
tidak tau dia dapat nomor handphoneku darimana, tiba-tiba saja nomor dia
misscall nomorku, dan akhirnya aku sama dia lose conteks. Setelah itu tiba-tiba
saja dia menghilang tak tau kemana, sekian lama dia menghilang tak ada kabar
sama sekali, pada bulan September 2011 pukul 10 malam, dia kembali dengan
mengSMS aku.
“ Hy, metd mlm smw’a.” Ucap dia.
Karena saat itu aku tak punya pulsa, aku tak
membalas SMS dia. Keesokan harinya pada pukul 8 pagi dia SMS aku.
“ Metd ciang all.” Katanya.
“ Cpa nie?” Tanyaku.
“ Aku paoel.” Balasnya.
“ Anak mana?” Tanyaku lagi.
“ Aku anak tanah baru. Rumah kamu dekat Pankar ea?”
Tanyanyakepadaku.
“ Iya.” Balasku.
“ Aku boleh tau gak nama kamu siapa?” Tanyanya.
Karena seringnya kita SMS akhirnya aku sama dia
semakin akrab dan saat itupun kita mulai sering SMSan dan telponan. Karena
seringnya kita berkomunikasi, aku sama dia berteman juga. Anaknya asik diajak
SMS dan anaknya juga nggak pernah marah apalagi nggak ngeBTin. Aku merasa nyaman
berkomunikasi dengan dia, karena dia orangnya lucu dan asik.
Lama kelamaan aku makin suka bisa kenal dengan dia.
Saat pertama berkenalan aku nggak tau kenapa aku lebih nyaman dengan dia,
berasa aku sama dia seperti udah kenal lama. Akupun juga nggak tau kenapa, aku
merasa nyaman dekat dengan dia padahal aku sama dia belum bertemu sama sekali,
tapi perasaan nyaman itu muncul dengan tiba-tiba.
Sekian lama aku manjalin pertemanan dengan dia, dia
meminta untuk ajak ketemuan, dan aku pun menyetujui ajakan dia. Pada malam
harinya aku dan dia ketemuan didekat rumahku.
Setelah pertemuan kita itu, sesampainya dirumah aku
dapat SMS dari dia.
“ Aku jelek ya?” Tanyanya.
“ Nggak kok, biasa saja.” Balasku.
“ Kamu nyesel ya ketemu denganku?” Tanyanya lagi.
“ Nggak juga
kok, justru aku seneng bisa ketemu denganmu.” Balasku lagi.
“ Aku jelek ya?” Tanyanya lagi.
“ Nggak kok, aku nggak pernah liat orang dari
tampangnya kok. Memangnya kenapa?” Balasku bertanya.
“ Aku takut kamu nyesel ketemu denganku.” Balasnya.
“ Nggak kok, aku nggak nyesel ketemu dengan kamu.”
Balasku lagi.
Selama ini aku nggak pernah bertemu orang seperti
dia yang bisa buat hidupku bahagia. Walaupun dia suka bikin sebel tapi dia bisa
buat aku tersenyum lagi. Selama aku berkenalan dengan lelaki lain, ada yang
beda dengan dia. Dia memperlakukan seorang wanita seperti dia memperlakukan
ibunya sendiri. Tidak kurang ajar dengan wanita, sopan dan baik. Dia
memperlakukan wanita sangat istimewa, aku nyaman dengan apa yang dia
perlakukan.
Tuhan telah memberikan teman yang sangat istimewa
sekali. Tuhanpun tau apa yang aku butuhkan. Seorang teman yang bisa buat aku
merasa nyaman, bisa memberikan solusi saat aku mempunyai masalah dengan
keluarga ataupun teman. Makasih tuhan kau telah memberikan aku seorang teman
yang baik sekali.
Selama aku berteman dengan dia, dia selalu bermain
kerumahku. Selalu bercanda, selalu tertawa pokoknya aku nyaman kalau berada
didekat dia. Dia tau apa yang sedang aku rasakan, saat aku sedih dia bisa
membuat aku bahagia, tersenyum kembali.
Tiap ketemu aku tak tau kenapa aku selalu senang,
aku selalu nyaman saat sama dia dan aku merasakan hati ini mulai menyukai dia tapi
aku tak tau apa ini benar atau hanya perasaan aku saja. Aku takut terulang
seperti dulu, saat aku mulai menyukai seorang lelaki dan sudah menjadi kekasih
hatiku, aku selalu disakitin, aku selalu di khianati. Padahal selama aku
menjalin hubungan dengan seorang lelaki, aku tidak pernah menyakiti dia apalagi
mengkhianati cinta dia tapi kenapa nasib cinta aku selalu tragis, tapi kenapa
nasib cintaku tidak semulus apa yang aku harapkan. Saat rasa itu muncul lagi,
aku takut dengan apa yang pernah aku rasakan, tapi aku mencoba untuk membuka
lembaran baru.
Aku rasa aku benar-benar mencintai dia, aku
menyayangi dia. Hati inipun semakin kuat hingga akhirnya kita menjalin hubungan
lebih dari teman. Saat pertama menjalin hubungan ini aku merasa hati ini masih
ragu dengan cinta dia, tapi setelah beberapa hari akhirnya aku tidak meragukan
rasa cintanya kepadaku.
Selama menjalin hubungan ini dia sering datang
kerumahku tiap malam. Tiap aku pulang kampus aku selalu ketempat kerjaan dia
untuk bertemu dia dan aku senang saat jalan sama dia. Dia baik sama aku, dia
perhatian sama aku, aku begitu diperlakukan istimewa sama dia. Aku jadi makin
sayang sama dia, aku makin cinta sama dia. Dia sangat sempurna bagiku. Dia
sungguh istimewa, aku suka dengan cara dia memperlakukan aku. Apa yang aku
harapkan ada pada dirinya. Saat ini apa yang aku harapan ada pada dia, dia yang
selalu menyayangi aku, dia yang selalu mencintai aku. Dia menyayangi dan
mencintai aku tulus dari hatinya. Sempat aku ragu akan sayang dan cinta dia,
karena aku tak pernah percaya akan semua perkataan lelaki. Karena menurut aku
perkataan lelaki itu tidak sepenuhnya jujur, tapi setelah aku tau pengorbanan
dia, aku yakin dia tulus menyayangi dan mencintai aku tulus dari hatinya. Aku
berharap dia tak seperti lelaki yang aku kenal, dan aku berharap dia tak akan
pernah ninggalin aku, dan aku berharap rasa sayang dan rasa cinta dia tak akan
pernah hilang sama aku. Karena aku sangat mencintai dan menyayangi dia tulus
dari hatiku. Tak ada lelaki seperti dia yang bisa buat aku tersenyum dan
tertawa. Berbeda dengan lelaki yang aku kenal, walaupun dia orang biasa-biasa
saja tapi hati dia baik,baru kali ini aku menemukan seorang lelaki yang baik
seperti dia.
“Aku yakin dia
bener-bener mencintaiku.” Batinku.
Jauh dalam lubuk hati
ini sungguh aku tak mau kehilangan dia sama sekali.
Bersambung....