Rabu, 30 Mei 2012

kisah cintaku


S
edih rasanya ditinggal orang yang kita sayang, kenapa dia tega ninggalin aku disaat aku butuh kasih sayang dia. Ini semua tidak adil bagiku, aku tidak mau kehilangan dia sekarang, aku masih membutuhkan dia, aku masih mencintai dia.
Ini berawal dari perkenalan kita pertama kali, aku tidak tau dia dapat nomor handphoneku darimana, tiba-tiba saja nomor dia misscall nomorku, dan akhirnya aku sama dia lose conteks. Setelah itu tiba-tiba saja dia menghilang tak tau kemana, sekian lama dia menghilang tak ada kabar sama sekali, pada bulan September 2011 pukul 10 malam, dia kembali dengan mengSMS aku.
“ Hy, metd mlm smw’a.” Ucap dia.
Karena saat itu aku tak punya pulsa, aku tak membalas SMS dia. Keesokan harinya pada pukul 8 pagi dia SMS aku.
“ Metd ciang all.” Katanya.
“ Cpa nie?” Tanyaku.
“ Aku paoel.” Balasnya.
“ Anak mana?” Tanyaku lagi.
“ Aku anak tanah baru. Rumah kamu dekat Pankar ea?” Tanyanyakepadaku.
“ Iya.” Balasku.
“ Aku boleh tau gak nama kamu siapa?” Tanyanya.
Karena seringnya kita SMS akhirnya aku sama dia semakin akrab dan saat itupun kita mulai sering SMSan dan telponan. Karena seringnya kita berkomunikasi, aku sama dia berteman juga. Anaknya asik diajak SMS dan anaknya juga nggak pernah marah apalagi nggak ngeBTin. Aku merasa nyaman berkomunikasi dengan dia, karena dia orangnya lucu dan asik.
Lama kelamaan aku makin suka bisa kenal dengan dia. Saat pertama berkenalan aku nggak tau kenapa aku lebih nyaman dengan dia, berasa aku sama dia seperti udah kenal lama. Akupun juga nggak tau kenapa, aku merasa nyaman dekat dengan dia padahal aku sama dia belum bertemu sama sekali, tapi perasaan nyaman itu muncul dengan tiba-tiba.
Sekian lama aku manjalin pertemanan dengan dia, dia meminta untuk ajak ketemuan, dan aku pun menyetujui ajakan dia. Pada malam harinya aku dan dia ketemuan didekat rumahku.
Setelah pertemuan kita itu, sesampainya dirumah aku dapat SMS dari dia.
“ Aku jelek ya?” Tanyanya.
“ Nggak kok, biasa saja.” Balasku.
“ Kamu nyesel ya ketemu denganku?” Tanyanya lagi.
  Nggak juga kok, justru aku seneng bisa ketemu denganmu.” Balasku lagi.
“ Aku jelek ya?” Tanyanya lagi.
“ Nggak kok, aku nggak pernah liat orang dari tampangnya kok. Memangnya kenapa?” Balasku bertanya.
“ Aku takut kamu nyesel ketemu denganku.” Balasnya.
“ Nggak kok, aku nggak nyesel ketemu dengan kamu.” Balasku lagi.
Selama ini aku nggak pernah bertemu orang seperti dia yang bisa buat hidupku bahagia. Walaupun dia suka bikin sebel tapi dia bisa buat aku tersenyum lagi. Selama aku berkenalan dengan lelaki lain, ada yang beda dengan dia. Dia memperlakukan seorang wanita seperti dia memperlakukan ibunya sendiri. Tidak kurang ajar dengan wanita, sopan dan baik. Dia memperlakukan wanita sangat istimewa, aku nyaman dengan apa yang dia perlakukan.
Tuhan telah memberikan teman yang sangat istimewa sekali. Tuhanpun tau apa yang aku butuhkan. Seorang teman yang bisa buat aku merasa nyaman, bisa memberikan solusi saat aku mempunyai masalah dengan keluarga ataupun teman. Makasih tuhan kau telah memberikan aku seorang teman yang baik sekali.
Selama aku berteman dengan dia, dia selalu bermain kerumahku. Selalu bercanda, selalu tertawa pokoknya aku nyaman kalau berada didekat dia. Dia tau apa yang sedang aku rasakan, saat aku sedih dia bisa membuat aku bahagia, tersenyum kembali.
Tiap ketemu aku tak tau kenapa aku selalu senang, aku selalu nyaman saat sama dia dan aku merasakan hati ini mulai menyukai dia tapi aku tak tau apa ini benar atau hanya perasaan aku saja. Aku takut terulang seperti dulu, saat aku mulai menyukai seorang lelaki dan sudah menjadi kekasih hatiku, aku selalu disakitin, aku selalu di khianati. Padahal selama aku menjalin hubungan dengan seorang lelaki, aku tidak pernah menyakiti dia apalagi mengkhianati cinta dia tapi kenapa nasib cinta aku selalu tragis, tapi kenapa nasib cintaku tidak semulus apa yang aku harapkan. Saat rasa itu muncul lagi, aku takut dengan apa yang pernah aku rasakan, tapi aku mencoba untuk membuka lembaran baru.
Aku rasa aku benar-benar mencintai dia, aku menyayangi dia. Hati inipun semakin kuat hingga akhirnya kita menjalin hubungan lebih dari teman. Saat pertama menjalin hubungan ini aku merasa hati ini masih ragu dengan cinta dia, tapi setelah beberapa hari akhirnya aku tidak meragukan rasa cintanya kepadaku.
Selama menjalin hubungan ini dia sering datang kerumahku tiap malam. Tiap aku pulang kampus aku selalu ketempat kerjaan dia untuk bertemu dia dan aku senang saat jalan sama dia. Dia baik sama aku, dia perhatian sama aku, aku begitu diperlakukan istimewa sama dia. Aku jadi makin sayang sama dia, aku makin cinta sama dia. Dia sangat sempurna bagiku. Dia sungguh istimewa, aku suka dengan cara dia memperlakukan aku. Apa yang aku harapkan ada pada dirinya. Saat ini apa yang aku harapan ada pada dia, dia yang selalu menyayangi aku, dia yang selalu mencintai aku. Dia menyayangi dan mencintai aku tulus dari hatinya. Sempat aku ragu akan sayang dan cinta dia, karena aku tak pernah percaya akan semua perkataan lelaki. Karena menurut aku perkataan lelaki itu tidak sepenuhnya jujur, tapi setelah aku tau pengorbanan dia, aku yakin dia tulus menyayangi dan mencintai aku tulus dari hatinya. Aku berharap dia tak seperti lelaki yang aku kenal, dan aku berharap dia tak akan pernah ninggalin aku, dan aku berharap rasa sayang dan rasa cinta dia tak akan pernah hilang sama aku. Karena aku sangat mencintai dan menyayangi dia tulus dari hatiku. Tak ada lelaki seperti dia yang bisa buat aku tersenyum dan tertawa. Berbeda dengan lelaki yang aku kenal, walaupun dia orang biasa-biasa saja tapi hati dia baik,baru kali ini aku menemukan seorang lelaki yang baik seperti dia.
“Aku yakin dia bener-bener mencintaiku.” Batinku.
Jauh dalam lubuk hati ini sungguh aku tak mau kehilangan dia sama sekali.
Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar