Minggu, 31 Maret 2013

tulisan 2


TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
Para psikolog mempunyai pandangan yang berbeda di antara mereka sendiri ketika mengartikan kepribadian. Sebagian besar dari mereka menyetujui bahwa kata  “Kepribadian( Personality) berasal dari bahasa Latin  Persona, mengacu pada topeng yang di pakai oleh aktor Romawi dalam pertunjukan drama Yunani.
Walau tidak ada definisi tunggal yang bisa diterima oleh semua teoritikus kepribadaian, kita bisa mengatakan bahwa Kepribadian adalah pola sifat dan karakteristik tertentu, yang relatif permanen dan memberikan, baik konsistensi maupun individualitas pada perilaku seseorang.
Ø Aliran Psikoanalisa
Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisis. Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang tidak normal atau menyimpang. Pandangan Freud secara lengkap adalah sebagai berikut:
1.    Kesadaran dan Ketidaksadaran
Sigmund Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari: Kesadaran  (the conscious) dan Ketidaksadaran ( the unconscious).
2.   Insting dan Kecemasan
Freud menyatakan insting terdiri dari insting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct).

Ada delapan mekanisme pertahanan yang dikemukakan oleh Freud:
1). REPRESI
Represi terjadi kalau ada seseorang mengalami suatu peristiwa, tetapi karena pengalaman itu ternyata mengancam atau bertentangan dengan super ego, maka pengalaman tersebut ditekan atau direpres masuk kedalam ketidaksadaran dan disimpan agar tidak mengancam super ego lagi.
2). PEMBENTUKAN REAKSI
Reaksi seseorang yang sebaliknya dari yang dikehendaki, agar tidak melanggar ketentuan dari super ego.
3). PROYEKSI
Super ego melarang seseorang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap orang lain, maka ia berbuat seolah-olah orang lain yang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap dirinya.
4). DISPLACEMENT
Seseorang yang tidak dapat melampiaskan perasaan ke orang lain karena hambatan dari super ego, maka ia akan melampiaskan perasaan tersebut kepada pihak ketiga.
5). RASIONALISASI
Dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh super ego, dicarikan dasar rationalnya sedemikian rupa, sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.
6). SUPRESI
Upaya menekankan sesuatu yang dianggap membahayakan atau bertentangan dengan super ego kedalam ketidaksadarannya.
7). SUBLIMASI
Dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh super ego dialihkan kedalam bentuk perilaku yang lebih sesuai dengan norma-norma masyarakat.
8). REGRESI
Pada saat libido melewati tahap perkembangan tertentu dimasa-masa penuh stres dan kecemasan, libido bisa kembali ketahap sebelumnya. Ada beberapa tingkat perkembangan , yaitu:
§  Fase Oral: Pada fase ini kepuasan seksual terutama terdapat disekitar mulut.
§  Fase Anal: Pada fase ini kira-kira usia dua tahun, daerah kepuasan seksual berpindah ke anus (toilet training).
§  Fase Phalic: Pada usia 6-7 tahun kepuasan seksualnya terdapat pada alat kelamin.
§  Fase Latent: Pada anak usia 7-8 tahun sampai menginjak awal masa remaja, seolah-olah tidak ada aktivitas seksual.
§  Fase Genital: Dimulai sejak masa remaja; segala kepuasan seks terutama berpusat pada alat kelamin.

Ø Aliran Behavioristik
1.    Juan Petrovich Pavlov (1849-1936)
Pavlov ingin meneliti psikologi secara objektif, yaitu dapat diobservasi secara nyata, karena menurut mereka kesadaran tidak dapat diobservasi secara langsung.
2.   Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Thorndike merupakan tokoh yang mengadakan penelitian tentang animal psychology.

3.   Burrhus Frederick Skinner (1994-1990)
Skinner mengadakan suatu percobaan yang disebut prose kondisioning operant.
4.   John B. Watson (1878-1958)
Menurut Watson psikologi itu murni merupakan cabang dari pengetahuan alam eksperimental. Yang dipelajari adalahperilaku yang diamati, bukan kesadaran karena merupakan pengertian yang meragukan.

Ø Aliran Humanistik
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai bapak dari psikologi Humanistik.
Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwaa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
1.    Kebutuhan-kebutuhan fisiologis
2.   Kebutuhan-kebutuhan rasa aman
3.   Kebutuhan rasa cinta dan memiliki
4.   Kebutuhan akan penghargaan
5.   Kebutuhan akan aktualisasi diri
Sumber : - Dr. A.M. Heru Basuki, Msi “PSIKOLOGI UMUM “ Universitas Gunadarma.
-      Feist, G&J  “Theories of Personality “ Salemba Humanika; Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar