TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
Para
psikolog mempunyai pandangan yang berbeda di antara mereka sendiri ketika
mengartikan kepribadian. Sebagian besar dari mereka menyetujui bahwa kata “Kepribadian “ ( Personality) berasal
dari bahasa Latin Persona,
mengacu pada topeng yang di pakai oleh aktor Romawi dalam pertunjukan drama
Yunani.
Walau
tidak ada definisi tunggal yang bisa diterima oleh semua teoritikus kepribadaian,
kita bisa mengatakan bahwa Kepribadian adalah pola sifat dan
karakteristik tertentu, yang relatif permanen dan memberikan, baik konsistensi
maupun individualitas pada perilaku seseorang.
Ø Aliran Psikoanalisa
Sigmund Freud (1856-1939)
merupakan pendiri psikoanalisis. Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres
atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang tidak normal atau menyimpang.
Pandangan Freud secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Kesadaran dan Ketidaksadaran
Sigmund Freud
berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari: Kesadaran (the conscious) dan Ketidaksadaran
( the unconscious).
2. Insting dan Kecemasan
Freud menyatakan
insting terdiri dari insting untuk hidup (life instinct) dan insting
untuk mati (death instinct).
Ada delapan mekanisme
pertahanan yang dikemukakan oleh Freud:
1). REPRESI
Represi terjadi kalau ada
seseorang mengalami suatu peristiwa, tetapi karena pengalaman itu ternyata
mengancam atau bertentangan dengan super ego, maka pengalaman tersebut ditekan
atau direpres masuk kedalam ketidaksadaran dan disimpan agar tidak mengancam
super ego lagi.
2). PEMBENTUKAN
REAKSI
Reaksi seseorang yang
sebaliknya dari yang dikehendaki, agar tidak melanggar ketentuan dari super
ego.
3). PROYEKSI
Super ego melarang seseorang
mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap orang lain, maka ia berbuat
seolah-olah orang lain yang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap
dirinya.
4). DISPLACEMENT
Seseorang yang tidak dapat
melampiaskan perasaan ke orang lain karena hambatan dari super ego, maka ia
akan melampiaskan perasaan tersebut kepada pihak ketiga.
5). RASIONALISASI
Dorongan-dorongan yang
sebenarnya dilarang oleh super ego, dicarikan dasar rationalnya sedemikian
rupa, sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.
6). SUPRESI
Upaya menekankan sesuatu yang
dianggap membahayakan atau bertentangan dengan super ego kedalam ketidaksadarannya.
7). SUBLIMASI
Dorongan-dorongan yang tidak
dibenarkan oleh super ego dialihkan kedalam bentuk perilaku yang lebih sesuai
dengan norma-norma masyarakat.
8). REGRESI
Pada saat libido melewati
tahap perkembangan tertentu dimasa-masa penuh stres dan kecemasan, libido bisa
kembali ketahap sebelumnya. Ada beberapa tingkat perkembangan , yaitu:
§ Fase Oral: Pada fase ini kepuasan seksual terutama
terdapat disekitar mulut.
§ Fase Anal: Pada
fase ini kira-kira usia dua tahun, daerah kepuasan seksual berpindah ke anus
(toilet training).
§ Fase Phalic: Pada
usia 6-7 tahun kepuasan seksualnya terdapat pada alat kelamin.
§ Fase Latent: Pada
anak usia 7-8 tahun sampai menginjak awal masa remaja, seolah-olah tidak ada
aktivitas seksual.
§ Fase Genital: Dimulai
sejak masa remaja; segala kepuasan seks terutama berpusat pada alat kelamin.
Ø Aliran Behavioristik
1. Juan
Petrovich Pavlov (1849-1936)
Pavlov
ingin meneliti psikologi secara objektif, yaitu dapat diobservasi secara
nyata, karena menurut mereka kesadaran tidak dapat diobservasi secara langsung.
2.
Edward Lee Thorndike
(1874-1949)
Thorndike
merupakan tokoh yang mengadakan penelitian tentang animal psychology.
3.
Burrhus Frederick Skinner
(1994-1990)
Skinner
mengadakan suatu percobaan yang disebut prose kondisioning operant.
4.
John B. Watson (1878-1958)
Menurut
Watson psikologi itu murni merupakan cabang dari pengetahuan alam
eksperimental. Yang dipelajari adalahperilaku yang diamati, bukan kesadaran
karena merupakan pengertian yang meragukan.
Ø Aliran Humanistik
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai
bapak dari psikologi Humanistik.
Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada
tahun 1950 dan terus berkembang. Maslow menjadi terkenal karena teori
motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”.
Dalam buku tersebut diuraikan bahwaa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan
yang berhirarki, meliputi:
1. Kebutuhan-kebutuhan
fisiologis
2. Kebutuhan-kebutuhan
rasa aman
3. Kebutuhan
rasa cinta dan memiliki
4. Kebutuhan
akan penghargaan
5. Kebutuhan
akan aktualisasi diri
Sumber : - Dr. A.M. Heru Basuki, Msi “PSIKOLOGI
UMUM “ Universitas Gunadarma.
- Feist, G&J “Theories of Personality “ Salemba
Humanika; Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar