Kamis, 10 Oktober 2013

manajemen

MANAGEMENT
A.                Pengertian Management
Secara Etimologi, Manajemen berasal dari Bahasa Latin, yakni asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan, sehingga jika digabungkan keduanya berarti menangani.Management menurut beberapa ahli:
·                  James A.F. Stoner, managemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dari kegiatan anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber organisasi yang telah ditetapkan.
·                  Haiman,  Manajemenadalahfungsiuntukmencapaisuatutujuanmelaluioranglain,mengawasi usaha-usahayangdilakukanindividuuntukmencapaitujuan.
·      Stoner, mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber-sumberorganisasilainnyauntukmancapaitujuanorganisasiyangtelahditetapkan.
·                  Mary Parker Follet, Mendefinisikanmanajemensebagaisuatuseniuntukmelakukansesuatumelaluioranglain.. Definisi ini mengandung tiga unsur utama, yaitu proses, sumber organisasi, dan tujuan.
Proses adalah cara yang sistematis untuk melakukan sesuatu. Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, dan meliputi:
1.      Perencanaan: memikirkan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, termasuk menetapkan tujuan dan program-program untuk mencapainya.
2.      Pengorganisasian: mengkoordinir sumber daya manusia dan perlengkapannya, termasuk menyusun struktur dan pembagian kerja untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan.
3.      Pengarahan: mengarahkan dan memotivasi anggota organisasi untuk menuju kearah tujuan, termasuk menciptakan iklim yang mendukung mereka melakukan pekerjaannya.
4.      Pengawasan: menjamin agar organisasi menuju tujuannya, termasuk mengendalikan kegiatan agar sesuai dengan rencana, dan melakukan koreksi yang diperlukan.
Sumber-sumber organisasi meliputi SDM, bahan, peralatan modal, teknologi, dan informasi yang diperlukan dalam proses untuk mencapai tujuan. Sedang unsur tujuan adalah tujuan dari organisasi di mana manajer bekerja. Tujuan tersebut dapat beraneka ragam sesuai organisasi yang bersangkutan. Misalnya, tujuan rumah sakit adalah menyediakan perawatan medis bagi pasiennya, dan tujuan biro konsultan adalah memberikan konsultasi, nasihat, serta saran bagi kliennya. Tujuan tersebut harus dirumuskan dengan jelas agar dapat diketahui oleh seluruh anggota organisasi, dan dapat diukur derajat pencapaiannya.
B.                    Jenis-jenis Managemen
Ø    Manajemen keuangan adalah merencanakan, menganggarkan, mencari, menyimpan, memeriksa, mengelola dan mengendalikan dana yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok (perusahaan maupun organisasi).
Ø    Manajemen pemasaran adalah suatu proses yang berjalan dengan tujuan agar menetapkan suatu harga serta promosi, menyalurkan gagasan dan sebagainya agar dapat mempertahankan "kehidupan" suatu perusahaan maupun untuk mengembangkan perusahaan tersebut sehingga pada akhirnya dapat mencapai keutungan yang maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin.
Ø    Manajemen resiko adalah suatu pendekatan metodologi yang terstruktur dengan maksud agar dapat mengelola kemungkinan - kemungkinan buruk yang dapat terjadi (ancaman).
Ø    Manajemen pendidikan adalah sumber - sumber pendidikan dibuat lebih terpadu/terpusat agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif maupun efisien.
Ø    Manajemen strategi adalah suatu proses yang dilakukan guna mengidentifikasi (menganalisis) "apa" dan "bagaimana" hasil yang ingin di capai tersebut.
Ø    Manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah merupakan cara untuk mengatur suatu hubungan maupun peran para tenaga kerja (SDM) yang dipunyai oleh suatu 1 orang/kelompok agar dapat dipekerjakan secara maksimal tetapi tetap menonjolkan keefektifan serta efisien, agar dapat mencapai tujuan.
Ø    Manajemen informatika adalah memanfaatkan sumber daya (dalam hal ini, segala yang berhubungan dengan informatika) agar kelak dapat tercapai tujuan yang ditetapkan.
Ø    Manajemen produksi adalah aktivitas mengatur, mengkoordinasi, serta mengawasi bagaimana sumber daya (manusia, alat, dana, bahan) digunakan secara efektif dan efisien agar dapat menciptakan suatu barang/jasa yang memiliki nilai kegunaan yang tinggi.
Ø    Manajemen konflik adalah bagaimana mengatur, mengkoordinir/mengarahkan suatu konflik yang sulit untuk diakhiri hingga akhirnya dapat mengakhiri konflik tersebut. Biasanya yang melakukan manajemen konflik ini adalah para pelaku konflik maupun perantara (pihak ketiga/penengah) dari konflik tersebut.
Ø    Manajemen proyek adalah suatu proses kegiatan manajemen dalam suatu proyek.
C.                 Pengertian Kepemimpinan
Menurut George R. Terry, “ Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara suka rela. Robert Tannenbaum, Irving R. Weschler, dan Fred Messarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai “ pengaruh antarpribadi yang dilakukan dalam suatu situasi dan diarahkan, melalui proses komunikasi, pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. Harold Koontz dan Cyril O’Donnel mengemukakan bahwa “ kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama.
Hasil tinjauan terhadap penulis-penulis lain mengungkapkan bahwa para penulis managemen umumnya sepakat bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Dapat disimpulkan bahwa proses kepemimpinan adalah fungsi pemimpin, pengikut, dan variable situasional lainnya­­­­­[ K=f ( P,p,s )].
Juga perlu diperhatikan bahwa apabila definisi itu menyebut pemimpin dan pengikut, itu tidak berarti bahwa kami hanya membicarakan hubungan hierarki seperti yang terdapat antara atasan dengan bawahan. Setiap saat seseorang berusaha itu mempengaruhiperilaku orang lain, maka orang itu adalah pemimpin potensial dan orang yang dipengaruhinya adalah pengikut petensial, tidak jadi apakah orang itu adalah atasan, rekan sejawat, bawahan, kawan, atau sanak keluarga.

Sumber : Kertonegoro S, Manajemen Organisasi, Widya Press Jakarta, 1994
Dharma A, Manajemen Perilaku Organisasi: Pendayaan Sumber Daya Manusia, Erlangga:Jakarta, 1990


PENETAPAN PERENCANAAN MANAJEMEN
A.    Pengertian Perencanaan
Perencaan ( planing) adalah proses menentukan tujuan dan cara bagaimana untuk mencapainya. Perencanaan memegang peranan yang menentukan atas fungsi-fungsi manajemen lainnya, karena pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sebenarnya adalah melaksanakan keputusan-keputusan yang dibuat dalam perencanaan. Dengan perencanaan, manajer menentukan apa yang harus dilakukan, bilamana melakukannya, bagaimana melakukannya, dan siapa yang melakukannya.
B.     Manfaat Perencanaan
1.   Membantu Manajemen menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
2.   Membantu dalam kristalisasi persesuaian masalah utama
3.   Memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
4.   Membantu penempatan tanggung jawab lebih cepat
5.   Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi
6.   Memudahkan dalam koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
7.   Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
8.   Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
9.   Menghemat waktu, usaha, waktu dan dana





C. Jenis Perencanaan dalam Organisasi
Ada beberapa macam perencanaan yang ditinjau dari beberapa segi,yaitu:
a)Jenis perencanaan menurut prosesnya :
(1) Policy Planning, suatu rencana yang memuat kebiajkankebijakansaja, tentang garis besar atau pokok dan bersifatumum. Mengenai apa dan bagaimana melaksanakan kebijakanitu tidak dirumuskan. Contohnya ada pada GBHN.
(2) Program Planning, merupakan perincian dan penjelasandaripada policy planning. Dalam perencanaan ini biasanyamemuat, hal-hal berikut:(a) Ikhtisar tugas-tugas yang harus dikerjakan(b) Sumber-sumber dan bahan-bahan yang dapat digunakan(c) Biaya, personalia, situasi dan kondisi pekerjaan(d) Prosedur kerja
yang harus dipatuhi(e) Struktur organisasi yang harus dipenuhi
(3) Operational Planning (perencanaan kerja), yakni suatuperencanaan yang memuat hal- hal yang bersifat teknis seperticara-cara pelaksanaan tugas agar berhasil mencapai tujuanyang lebih tinggi. Hal-hal yang seringkali dimuat dalamperencanaan ini adalah: Analisa daripada program perencanaan(a) Penetapan prosedur kerja(b) Metode-metode kerja(c) Tenaga-tenaga pelaksana(d) Waktu, dan sebagainya
b)Jenis perencanaan menurut jangka waktunya :
(1) Long Range Planning, yaitu perencanaan jangka panjang yangdalam pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih dari tigatahun
(2) Intermediate Planning, yaitu perencanaan jangka menengahyang waktu pelaksanaanya membutuhkan waktu antara 1hingga tiga tahun
(3) Short Range Planning, yaitu perencanaan jangka pendek yangpelaksanaannya membutuhkan waktu kurang dari 1 tahun
c) Jenis perencanaan menurut wilayah pelaksanaannya :
(1) National Planning, yakni rencana yang diperuntukkan bagiseluruh wilayah Negara
(2) Regional Planning, yakni rencana untuk suatu daerah
(3) Local Planning, yakni rencana untuk suatu daerah yang sangatterbatas.
d) Jenis perencanaan menurut penggunaannya :
(1) Single Use Planning, yaitu suatu perencanaan hanya untuksekali pakai saja. Dalam artian jika rencana tersebut telahtercapai, maka tidak akan digunakan lagi
(2) Repeats Planning, yaitu perencanaan yang dipakai secaraberulang-ulang, walaupun sudah dilaksanakan berkali-kali
e) Jenis perencanaan dilihat dari segi luasnya usaha kegiatan :
(1) General Planning, suatu rencana yang dibuat secara garis besardan menyeluruh untuk kegiatan kerja sama yang lebih luas.Misalnya rencana Kepala Bidang Kanwil untuk satu tahunpelajaran
(2) Special (Concentrated) Planning, suatu rencana mengenaikeegiatan khusus, misalnya perencanaan yang dilakukan olehkepala sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar dikelas IPA
Perencanaan telah diterapkan pada semua jenis kegiatan dan sesungguhnya terdapat berbagai jenis perencanaan. Beberapa rencana meliputi: kegiatan yang sangat luas, sedangkan ada juga yang meliputi kegiatan terbatas saja, ada yang semata-mata meliputi pertimbangan operasional, sedangkan yang lain menitikberatkan pada pelaksanaan, biaya,kualitas atau unsur-unsur penting lainnya.
Menurut G.R. Terry bahwa jenis rencana dapat di klasifikasikan menjadi:
a. Rencana Pengembangan
b. Rencana Pemakai
c. Rencana Anggota-Anggota Manajemen
Klasifikasi dari rencana-rencana tersebut adalah sesuai dengan waktu yang di liput oleh rencana-rencana yang bersangkutan. Dengan demikian terdapat rencana-rencana dilihat dari segi waktu jangka panjang (meliputi waktu lima tahun atau lebih) dan rencana jangka pendek (meliputi waktu dua tahun atau kurang). Rencana-rencana yang meliputi waktu tiga hingga limatahun kadang-kadang dianggap berjangka pendek atau juga dianggap jangka panjang, tergantung dari organisasi yang bersangkutan, ada juga menyatakan rencana-rencana seperti adalah berjangka sedang, tetapi tidak begitu umum disebut demikian. G.R. Terry lebih condong memakai periode waktu membenarkan pengeluaran-pengeluaran seperti  ditetapkan di dalam rencana yang bersangkutan.Artinya, mereka menginginkan agar rencana mencakup waktu yang diperlukan untuk menutup komitmen pengeluaran mereka. Hal tersebut sering dinyatakan sebagai Recovery Cost. Menerima konsepsi komitmen tersebut berarti bahwa yang direncanakan itu selalu berbeda,tergantung dari hal-hal tersebut di atas dan keyakinan dari para top manajer. Jenis-jenis rencana lainnya ialah rencana orientasi dan rencana operasional.Rencana-rencana tersebut dapat berupa rencana jangka pendekdan rencana jangka panjang.Rencana orientasi berusaha untuk memperjelas sasaran-sasaran perusahaan yang masih aktuil, kegiatannya, kemampuan, personil dan hubungannya dengan para langganan. Dengan latar belakang rencana rencana seperti itu, dapat dibuat proyeksi tentang hal-hal yang diharapkan akan terjadi. Sebaliknya, rencana-rencana tersebut dapat memberi evaluasi kepada para manajer tentang situasi, rencana. Rencana-rencana operasional meliputi kegiatan-kegiatan yang segera akan dilaksanakan. Ia dapat menjawab siapa yang akan melaksanakan apa mengaktifkan sumber-sumber fisik. yakni fasilitas, bahan dan personil,merupakan hal-hal yang dicakup oleh rencana tersebut. 

Sumber: Kertonegoro S, Manajemen Organisasi, Widya Press Jakarta, 1994
Dharma A, Manajemen Perilaku Organisasi: Pendayaan Sumber Daya Manusia, Erlangga:Jakarta, 1990



Tidak ada komentar:

Posting Komentar